Siklus
atau daur merupakan suatu perputaran atau lingkaran. Siklus hidrologi
adalah perputaran air dengan perubahan berbagai bentuk dan kembali pada
bentuk awal. Hal ini menunjukkan bahwa volume air di permukaan bumi
sifatnya tetap. Meskipun tetap dengan perubahan iklim dan cuaca, letak
mengakibatkan volume dalam bentuk tertentu berubah, tetapi secara
keseluruhan air tetap. Siklus air secara alami berlangsung cukup panjang
dan cukup lama. Sulit untuk menghitung secara tepat berapa lama air
menjalani siklusnya, karena sangat tergantung pada kondisi geografis,
pemanfaatan oleh manusia dan sejumlah faktor lain.
Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti
dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Kondensasi (pengembunan)
Ketika
uap air mengembang, mendingin dan kemudian berkondensasi, biasanya pada
partikel-partikel debu kecil di udara. Ketika kondensasi terjadi dapat
berubah menjadi cair kembali atau langsung berubah menjadi padat (es,
salju, hujan batu (hail)). Partikel-partikel air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan.
Presipitasi
Presipitasi pada pembentukan hujan, salju dan hujan batu (hail)
yang berasal dari kumpulan awan. Awan-awan tersebut bergerak
mengelilingi dunia, yang diatur oleh arus udara. Sebagai contoh, ketika
awan-awan tersebut bergerak menuju pegunungan, awan-awan tersebut
menjadi dingin, dan kemudian segera menjadi jenuh air yang kemudian air
tersebut jatuh sebagai hujan, salju, dan hujan batu (hail), tergantung pada suhu udara sekitarnya.
Evaporasi (penguapan)
Ketika
air dipanaskan oleh sinar matahari, permukaan molekul-molekul air
memiliki cukup energi untuk melepaskan ikatan molekul air tersebut dan
kemudian terlepas dan mengembang sebagai uap air yang tidak terlihat di
atmosfir.
Sekitar
95.000 mil kubik air menguap ke angkasa setiap tahunnya. Hampir 80.000
mil kubik menguapnya dari lautan. Hanya 15.000 mil kubik berasal dari
daratan, danau, sungai, dan lahan yang basah, dan yang paling penting
juga berasal dari tranpirasi oleh daun tanaman yang hidup. Proses
semuanya itu disebut Evapotranspirasi.
Transpirasi (penguapan dari tanaman)
Uap air juga dikeluarkan dari daun-daun tanaman melalui sebuah proses yang dinamakan transpirasi. Setiap hari tanaman yang tumbuh secara aktif melepaskan uap air 5 sampai 10 kali sebanyak air yang dapat ditahan.
Pada
perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali
ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman
sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus
bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:
- Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
- Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
- Air Permukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Hidrologi :
A. Siklus Pendek / Siklus Kecil
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
3. Turun hujan di permukaan laut
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
3. Turun hujan di permukaan laut
B. Siklus Sedang
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi
3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di permukaan daratan
6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi
3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di permukaan daratan
6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali
C. Siklus Panjang / Siklus Besar
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Uap air mengalami sublimasi
3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
5. Pembentukan awan
6. Turun salju
7. Pembentukan gletser
8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Uap air mengalami sublimasi
3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
5. Pembentukan awan
6. Turun salju
7. Pembentukan gletser
8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut
foto
Mendukung pokok pembahasan sumber daya alam (sungai)
Gambar diatas adalah gambar meander. Meander adalah lembah yang berkelok-kelok, berturut-turut dengan teratur, dan setiap kelokan merupakan bentuk setengah lingkaran. Meander biasanya terdapat dibagian hilir dari suatu lembah, yaitu di daerah yang erosi lateral (mendatar) lebih kuat dari erosi vertical. Letak lembah yang bermeander itu bergeser-geser kearah luar dan kearah hilir, karena kekuatan air ditujukan kearah tikungan luar dan agak kehilir dari tengah-tengah tikungan. Meander ini banyak dimiliki oleh Sungai-sungai di Indonesia. Fenomena meander ini sangat bagus jika dilihat dari jarak jauh ditambah dengan pemandangan sekitarnya yang tidak kalah bagus.

Mendukung pokok pembahasan Sumber daya alam (lahan)
Lahan
merupakan sumber daya alam yang strategis. Lahan mempunyai nilai yang
besar bagi kelanjutan kehidupan manusia, karena manusia memanfaatkan
lahan dalam berbagai kegiatan. Tetapi apajadinya jika suatu lahan terjadi penurunan potensial lahan, seperti contoh lahan diatas. Jika potensi lahan menurun maka
akan menurunkan tingkat produktivitas lahan. Gambar diatas adalah
gambar lahan kritis. Mengapa disebut lahan kritis ? karena lahan
tersebut tidak dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, terutama untuk
pertanian. Ketika lahan di atas tidak dapat digunakan untuk pertanian,
maka perlu diupayakan untuk memperbaiki lahan tersebut. Dan menurut saya
cara memperbaikinya dengan reboisasiatau penghijauan, melakukan
konservasi alam secara menyeluruh, dan memberikan penyuluhan kepada
masyarakat tentang pentingnya suatu lahan.

Mendukung pokok pembahasan Hidrologi (sungai)
Sungai
merupakan sesuatu hal yang menarik untuk di pelajari. Pada gambar di
atas, bagi saya ada hal yang menarik yaitu adanya pengendapan yang
berada ditengah-tengah sungai, yang biasa disebut dengan channel bars.
Channel bars merupakan bagian dari floodplain, artinya akibat utama dari
pengendapan. Di atas channel bars ditumbuhi oleh rumput. Channel bars
ini sangat jarang ditemui, yang banyak ditemui biasanya adalah meanders
bars, yaitu bentukan hasil pengendapan yang terdapat pada tikungan dalam
suatu meander. Meander adalah lembah yang
berkelok-kelok, berturut-turut dengan teratur, dan setiap kelokan
merupakan bentuk setengah lingkaran Jika kita ingin ke channel bars maka
diperlukan benda untuk mencapai tempat tersebut, misalnya perahu kecil.

Mendukung pokok pembahasan sumber daya alam (air)
Pengembangan
alam Indonesia merupakan potensi yang sangat besar dalam pengembangan
pariwisata. Salah satu objek wisata yang bagus dan menarik yaitu
Situ Patengan, yang merupakan salah satu wisata alam yang ada di Jawa
Barat. Untuk memajukan sector pariwisata yang ada di Situ Patengan ini,
diperlukan upaya untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung serta
melakukan psomosi. Salah satu sarana untuk mendukung pariwisata yaitu
dengan menyediakan perahu yang berukuran kecil, yang memuat sekitar 5-10
orang. Dengan perahu ini, maka wisatawan dapat mengelilingi Situ
Patengan dengan mudah dan biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu
besar, sehingga pariwisata ini dapat dinikmati oleh siapa saja.

Jumat, 31 Oktober 2008
UTS MPG
UTS MPG (Kode soal : 002)
1. Kapan seorang guru dapat menggunakan media pembelajaran ?
Guru
dapat menggunakan media pembelajaran ketika dia membutuhkannya dan
untuk menyampaikan materi tertentu, misalnya untuk pokok bahasan
transportasi guru menghendaki penggunaan model, gambar, poster, dan
lain-lain. Proses pemilihan seperti ini pun perlu pertimbangan dengan
matang sehingga media yang dipilih betul-betul
efektif dalam mendukung proses pembelajaran yang dikehendaki. Tidak
semua guru diberi kepandaian dalam bercerita tentang suatu objek,
khususnya objek yang membutuhkan penjelasan yang lebih. Dan dengan
penjelasan kata-kata mungkin akan menghabiskan waktu yang lama,
pemahaman murid juga berbeda sesuai dengan pengetahuan mereka
sebelumnya, bahkan bukan tidak mungkin akan menimbulkan kesalahan
persepsi. Oleh karena itu, guru bisa menggunakan media pembelajaran. Penggunaan media pembelajar an berdasarkan
tempat, artinya media yang digunakan untuk pembelajaran tiidak selalu
identik dengan situasi kelas dalam pola pengajaran konvensional namun proses belajar tanpa kehadiran gurupun dan mengandalkan termasuk dalam kegiatan pembelajaran.
2. Apakah pembuatan media selamanya harus mahal,? Mengapa?
Tidak, karena tidak semua media pembelajaran itu mahal. Media yang “murah meriah” membutuhkan kreatifitas yang
tinggi. Ketika kita berpikir kreatif, apa pun yang kita temukan di
sekitar kita bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Guru yang
kreatif tidak akan terkungkung oleh pemikiran yang terlalu rsempit bahwa
media pembelajaran harus dibuat sebagus dan seideal mungkin apalagi
dengan media elektronik yang pasti membutuhkan biaya yang sangat
mahal..Paradigma bahwa media pembelajaran haruslah sedemikian rupa dan
sempurna harus dibuang jauh-jauh jika guru ingin maju. Tetapi akan lebih
baik jika pembuatan media pembelajaran nya murah dan hasilnya juga bagus sehingga dapat dimengerti oleh peserta didik. misalnya kita
menggunakan barang-barang bekas (majalah/Koran) untuk media
pembelajaran. Dari majalah atau koran bekas, kita bisa memperoleh
gambar-gambar atau artikel yang bisa dipakai untuk belajar.
Gambar-gambar peristiwa atau kartun-kartun lucu bisa mudah kita temukan
di koran.
Contoh
diatas merupakan media murah meriah yang dapat dibuat sendiri oleh guru
tanpa mengesampingkan peran pembuat media profesional yang hasil
karyanya banyak tersedia di pasaran. Dalam hal ini tangan dan mata
seorang guru haruslah aktif dalam arti yang positif. Aktif untuk
melihat, memilih, memilah dan mengambil hal baru di sekitarnya yang
sekiranya bermanfaat untuk perkembangan anak didik.
Jadi,
seorang guru secara mandiri harus bisa menyiapkan media pembelajaran
untuk membantu peserta didik belajar lebih efektif. Memang membutuhkan
waktu untuk menyiapkan media pembelajaran. Tapi, yakinlah, waktu yang
telah diinvestasikan untuk mempersiapkan media pembelajaran akan
terbayar oleh hasil yang akan didapat.
3. Sebutkan perbedaan antara media, alat peraga, dan sumber belajar ?
Media
Media merupakan
salah satu factor penentu keberhasilan Pembelajaran. Terkadang
informasi yang disampaikan secara lisan terkadang tidak dipahami
sepenuhhnya oleh siswa, disinilah peran media, sebagai alat bantu
memeperjelas pesan pembelajaran. Keberhasilan penggunaan media, tidak
terlepas dari bagaimana media itu direncanakan.
Macam-macam media yaitu
Ø Media
Grafis : media fisual yang menyajikan fakta, idea tau gagasan melalui
penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka dan symbol/gambar.
Ø Media bahan cetak : media visual yang pembuatannya melalui proses percetakan/atau offset.
Ø Media gambar diam : media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi contohnya foto.
Ø (Media
audio visual diam) : media yang penyampaian pesannya dapt diterima pleh
indera pendengaran dan indera penglihatan, akan tetapi gambar yang
dihasilkan adalh gambar diam atau sedikit memiliki unsur gerak .
Ø (film/motion
picture) : serangkaian gambara diam yang meluncur secara cepat dan
diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak.
Ø (televisi) : media yang dapat menampilkan pesan secara audiovisual dan gerak(sam dengan film)
Alat peraga
Alat peraga
lebih spesifik dari media atau alat peraga merupakan bagian dari media.
Menurut Estiningsih (1994) alat peraga merupakan media pembelajaran
yang mengandung atau membawakan cirri-ciri dari konsep yang dipelajari.
Fungsi
utama dari alat peraga adalah untuk menurunkan keabstrakan dari konsep,
agar siswa mampu menangkap arti sebenarnya konsep tersebut. Dengan
melihat, meraba, dan memanipulasi obyek/alat peraga maka siswa mempunyai
pengalaman-pengalaman dalam kehidupan sehari-hari tentang inti dari
suatu konsep. Beberapa contoh dari alat peraga.
1. Papan
tulis, buku tulis, dan daun pintu yang berbentuk persegi panjang dapat
berfungsi sebagai alat peraga pada saat guru menerangkan sub bab bangun
geometri datar persegi panjang.
2. Pensil,
kapur, lidi, biji-bijian dapat berfungsi sebagai alat peraga pada saat
memperkenalkan bilangan kepada siswa, dengan cara membilang banyaknya
anggota dari kelompok benda, sehingga pada akhir membilang akan
ditemukan bilangan yang sesuai dengan kelompok benda tersebut.
Sumber belajar
Sumber belajar sangat luas artinya yaitu tempat kita mendapatkan pengetahuanEdgar
Dale (1969) seorang ahli pendidikan mengemukakan sumber belajar adalah,
' segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar
seseorang.' Pendapat lain dikemukakan oleh Association Educational
Comunication and Tehnology AECT (1977) yaitu ' berbagai atau semua
sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan
siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga
mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar.'
Kedua
pengertian tersebut menunjukkan bahwa pada hakikatnya sumber belajar
begitu luas dan kompleks, lebih dari sekedar media pembelajaran. Segala
hal yang sekiranya diprediksikan akan mendukung dan dapat dimanfaatkan
untuk keberhasilan pembelajaran dapat dipertimbangkan menjadi sumber
belajar. Dengan pemahaman ini maka guru bukanlah satu-satunya sumber
tetapi hanya salah satu saja dari sekian sumber belajar lainnya. Disini
guru hanya sebagai fasilitator bagi ppeserta didiknya.
Sumber belajar tidak hanya didapat dari guru dan buku teks saja. Peserta
didik bisa mencari sumber belajardari mana saja asalkan sumber yang
benar yang benar. Misalnya menjadikan warnet sebagai salah satu sumber
belajar juga.
4. Mengapa memilih media pembelajaran harus mempertimbangkan aspek sosiologi ?
Media yang mempertimbangkan aspek sosiologi sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Karena di kota
kelas yang heterogen, jika dilihat dari suku, ras dan agama cukup
banyak dalam satu kelas ada yang berasal dari suku Jawa, Sunda, Madura
dan sebagainya, ada yang beragama Hindu, Budha, Kristen Protestan,
Katolik dan Islam. Akan tetapi kebanyakan sekolah siswa-siswa yang
beragama Islam merupakan mayonitas. Pada sekolah-sekolah tertentu dan
daerah tertentu memang ada kelas yang mayonitas sekolah bukan agama
Islam. Akan tetapi untuk daerah tertentu dapat terjadi kelas itu dilihat
dari segi agama adalah homogen.
Kelas
dilihat dari segi sosial ekonomi lebih cenderung heterogen. Setiap
kelas akan dihadiri oleh siswa siswa yang berasal dari kondisi sosial
ekonomi orang tua yang berbeda-beda. Ada siswa yang berasal dari kelas sosial yang tinggi, menengah dan rendah untuk kategori daerah itu. Ada siswa yang berasal dari keluarga kaya dan miskin.
Dilihat
dari kemampuan siswa suatu kelas cenderung heterogen. Sebab setiap
kelas akan mengikuti gejala normal yaitu terdiri dari anak yang pandai,
sedang dan kurang pandai. Efek dan kondisi kelas yang demikian ini
dilihat dari segi kemampuan terhadap kemampuan kognitif dan afektif
masih banyak menjadi pertentangan dari para ahli. Pengelompokkan
berdasarkan kemampuan akan kurang tepat jika dilihat secara paedagogis.
Dalam
kehidupan kelas terjadi komunikasi antara guru dan siswa dan antara
siswa dan siswa. Interaksi dalam kelas tidak selalu berjalan dengan
tenang, damai, tenteram, hangat, penuh keakraban dan sebagainya, akan
tetapi sering juga terjadi situasi persaingan yang tidak sehat,
pertentangan pendapat yang menjurus percekcokkan dan bahkan terjadi
perkelahian
5. Sebutkan faktor-faktor hambatan pengembangan media pembelajaran di Indonesia ?
Media pembelajaran di Indonesia
banyak digunakan oleh para guru dalam mengajar di sekolah, dan dalam
proses pembelajaran ini tidak. banyak guru yang menggunakan media
sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, khususnya mmedia
elektronik. Banyak faktor-faktor yang menghambat para guru dalam
pengembangan media pembelajaran, diantaranya yaitu :
a. Kurangnya sarana dan prasarana dari pemerintah untuk mendukung pengembangan
media pembelajaran, khususnya di sekolah. Banyak sekolah yang tidak
mendapatkan alat/media bantu khususnya media elektronik.
b. Tidak bisa atau takut menggunakan (gagap teknologi) dalam media pembelajaran. Apalagi Gagap teknologi (gaptek), ternyata masih banyak yang dialami oleh sebagian guru kita. Ada
beberapa guru yang “takut” dengan peralatan elektronik. Mungkin takut
kesetrum atau takut rusak . Alasan ini menjadi lebih parah kalau
ditambah dengan tekut hilang. Dengan alasan seperti itu, maka di
beberapa sekolah banyak peralatan media elektronik yang masih tetap
tersimpan rapih di runag kepala sekolah, belum pernah dimanfaatkan sejak
peralatan itu ada.
c. Masyarakat
ada yang beranggapan bahwa media itu hanya untuk hiburan sedangkan
belajar itu harus serius. Jaman dulu, kegiatan belajar merupakan
kegiatan yang serius sedangkan media identik dengan hiburan. Tidak
mungkin melakukan proses belajar sambil santai. Paradigma belajar kini
sudah berubah. Kalau belajar dapat dilakukan dengan menyenangkan,
mengapa harus dilakukan dengan tegang dan menyeramkan. Seharusnya para
praktisi pendidikan harus bisa mengembangkan media yang bisa
membelajarkan siswa sekaligus menghibur. Alangkah idealnya jika kita
mampu membuat suatu media yang bisa menyajikan pesan-pesan belajar,
sambil menghibur siswa. Ini memang menuntut kreatifitas kita.
d. Ketika
dalam proses pembelajaran, Kebiasaan masyarakat kita khususnya guru
“senior” mengandalkan ceramah. Mengajar dengan hanya mengandalkan
verbalistik saja memang lebih mudah, tidak perlu banyak persiapan. Dari
kepentingan guru, cara tersebut memang lebih enak. Namun kita harus
mempertimbangkan kepentingan siswa yang belajar, bukan selera guru
semata. Bagi guru yang pandai bicara, mengajar dengan mengandalkan
ceramah mungkin saja bisa menarik perhatian siswa. Namun tidak semua
guru memiliki kepiawaian untuk “berpidato” yang mampu memikat seluruh
siswanya. Tidak semua materi dapat disampakan hanya dengan “berpidato”. Tetapi
akan semakin efektif jika ceramah tersebut juga dibantu dengan
berbagai macam media penunjang. Guru yang baik perlu menggunakan multi
metode dan multi media dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Media
pembelajaran, bukan sekedar berfungsi sebagai alat bantu mengajar,
melainkan media itu sendiri juga dapat memerankan fungsi sebagai
penyampai pesan belajar. Dengan begitu, tidak semua informasi
pelajaran harus disajikan oleh guru. Apalagi kita menyadari bahwa guru
bukanlah manusia super yang serba tahu tentang segala informasi. Untuk
itu, setiap kali menjalankan perannya sebagai pengajar, guru
membutuhkan bantuan media. Dalam pembelajaran, tak ada salahnya guru
berbagi peran dengan media. Biarkanlah media membantu memerankan
sebagian tugas kita untuk menyajikan informasi belajar. Dengan begitu,
para guru akan lebih banyak memiliki waktu untuk melakukan peran lain
yang tak kalah penting.
6. Bagaimana prosedur pengembangan media presentasi powerpoint ?
1. Identifikasi
program, hal ini dimaksudkan untuk melihat kesesuaian antara program
yang dibuat dengan meteri, sasaran (siswa) terutama latar belakang
kemampuan, usia juga jenjang npendidikan. Perlu juga mengidentifikasi
ketersediaan sumber pendukung gambar, animasi, video dll
2. Mengumpulkan
bahan pendudkung sesuai dengan kebutuhan materi dan sasaran seperti
video, gambar, animasi, suara. Pengumpulan bahan tersebut dapat
dilakukan dengan cara melalui internet (browsing), menggunakan yang
sudah ada di direktori anda, jika diperlukan memproduksi sendiri
bahan-bahan yang diperlukan misalnya untuk
kebutuhan video dengan shooting, rekaman audio dan untuk kebutuhan
gambar melalui scanning image. Bersamaan dengan itu dilakukan juga
penyusunan materi yang di ambil dari bahan utama misalnya buku, mmodul,
makalah lengkap. Materi untuk powerpoint sebaiknya dikemas menjadi
uraian pendek, pokok-pokok bahsan atau pointer-pointer.
3. Setelah
bahan terkumpul dan materi sudah dirangkum, selanjutnya proses
pengerjaan di powerpoint sampai selasai. Selanjutnya mengubah hasil
akhir presentasi apakah dalam bentuk slide show, web pages atau
executable file (exe).
4. Setelah
program selesai dibuat, Tidak langsung digunakan sebaiknya di gunakan
review program dari sisi bahasa, teks, tata letak dan kebenaran konse,
selanjutnya di revisi dan siap digunakan.
7. Bagaimana teknik penggunaan media pembelajaran berdasarkan tempat?
Berdasarkan tempat penggunaannya, beberapa teknik penggunaan media pembelajaran, yaitu :
a. Penggunaan
media di kelas. Pada teknik ini media dimanfaatkan untuk menunjang
tercapainya tujuan tertentu dan penggunaannya dipadukan dengan proses
belajar mengajar dalam situasi kelas. Dalam merencanakan pemanfaatan
media tersebut guru harus melihat tujuan yang
akan dicapai, materi pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan
tersebut, serta strategi belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan
tersebut. Media Pembelajaran yang dipilih haruslah sesuai dengan ketiga
hal tersebut., yaitu tujuan, materi, dan strategi pembelajaran. Yang
terpenting dalam hal ini media tersebut disajikan di ruang kelas dimana
guru dan siswa hadir bersama-sama berinteraksi secara langsung. Media
ini dapat digunakan di kelas karena memungkinkan dilihat dari sisi
biaya,berat dan ukuran, kemampuan siswa dan guru untuk menggunakannya,
dan tidak membahayakan bagi penggunanya.
b. Penggunaan
media diluar kelas. Dalam hal ini media tidak secara langsung
dikendalikan oleh guru, namun digunakan oleh siswa sendiri tanpa
instruksi guru atau melalui pengontrolan oleh orang tua siswa. Media
pembelajaran di luar kelas, terdiri dari :
· Penggunaan media tidak terprogram
Penggunaan
media dapat terjadi di masyarakat luas. Hal ini ada kaitannya dengan
keberadaan media massa yang ada di masyarakat, misalnya televisi, radio,
penggunaan film melalui CD/DVD ROM, penggunaan media ini bersifat bebas
yaitu bahwa media itu digunakan tanpa dikontrol atau diawasi dan tidak
terprogram sesuai tuntutan kurikulum yang diberikan oleh guru atau
sekolah. Contoh penggunaan media seperti ini ialah
· Penggunaan Media secara Terprogram
Penggunaan
Media secara Terprogram adalah bahwa media tersebut digunakan dalam
suatu rangkaian kegiatan yang diatur secara sistematik untuk mencapai
tujuan tertentu disesuaikan dengan tuntutan kurikulum yang sedang
berlaku. Dan di supervisi oleh seorang tutor.
Sebelum memanfaatkan media, tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dibahas atau ditentukan terlebih dahulu.
Biasanya
siswa diatur dalam kelompok-kelompok belajar. Setiap kelompok diketahui
oleh pimpinan kelompokBerikut beberapa contoh penggunaan media secara
terprogram:
- Penggunaan radio di SLTP Terbuka
Penggunaan
radio sebagai media pembelajaran di laksanakan di luar kelas, sesuai
dengan karakteristik SLTP terbuka yaitu sebagian besar belajar
menggunakan bahan berupa modul, belajar dimana saja saat mereka bekerja
atau bermain.
- Penggunaan E-Learning di beberapa sekolah di Indonesia
E-Learning adalah system pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik sebagai alat untuk mebantu kegiatan pembelajaran.
8. Bagaimana variasi penggunaann media dalam proses pembelajaran ?
Variasi
mengandung makna perbedaan. Dalam kegiatan pembelajaran, pengertian
variasi merujuk pada tindakan dan perbuatan guru, yang disengaja ataupun
secara spontan, yang dimaksudkan untuk memacu dan mengikat perhatian
siswa selama pelajaran berlangsung. Tujuan utama guru mengadakan variasi
dalam kegiatan pembelajaran untuk mengurangi kebosanan siswa sehingga
perhatian mereka terpusat pada pelajaran.
Penerapan
keterampilan mengadakan variasi harus dilandasi dengan maksud tertentu,
relevan dengan tujuan yang ingin dicapai, sesuai dengan materi dan
latar belakang sosial budaya serta kemampuan siswa, berlangsung secara
berkesinambungan, serta dilakukan secara wajar dan terencana.
Keterampilan mengadakan variasi terdiri dari tiga kelompok pokok, yaitu :
a. variasi gaya mengajar : meliputi suara jeda, pemusatan, gerak dan kontak pandang
b. variasi
pengalihan penggunaan indra : dapat dilakukan dengan pemanipulasian
indra pendengar, penglihatan, pencium, peraba dan perasa. Komponen
variasi ini erat kaitannya dengan variasi penggunaan media atau alat
bantu pembelajaran.
Dilihat dari variasi penggunaannya, media dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
a. secara perorangan,
media
dapat digunakan oleh seseorang sendirian saja atau istilahnya
individual learning, banyak media yang memang dirancang untuk digunakan
secara perorangan. Media seperti ini biasanya dilengkapi dengan petunjuk
penggunaan dengan jelas sehingga orang dapat mengerjakannya secara
mandiri.
b. kelompok, atau siswa dalam jumlah yang sangat banyak
Pembelajaran
dapat berlangsung dengan jumlah siswa yang sangat banyak atau bersifat
kelompok. Kelompok itu dapat berupa kelompok kecil dengan anggota 2
sampai dengan 8 orang. Atau berupa kelompok besar yang beranggotakan 9
sampai dengan 40 orang. Media yang dirancang untuk digunakan secara
berkelompribuan dapat menggunakan media juga memerlukan buku petunjuk.
c. Secara Masal
Orang
yang jumlahnya puluhan, ratusan, bahkan ribuan dapat menggunakan media
tersebut secara bersama-sama. Media yang dirancang seperti ini biasanya
disiarkan melalui pemancar, seperti radio, televisi, atau digunakan
dalam ruang yang besar seperti film 35 mm. untuk memudahkan orang yang
belajar dengan menggunakan media seperti ini sebaiknya kepada para
peserta di berikan bahan tercetak sebelumnya.sumber dari: mpgsiklusair-evaporasi.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar